Archive for Oktober, 2012

Upacara Adat Grebeg Yogyakarta

Oktober 11, 2012

Tentu sebagian besar masyarakat Yogyakarta telah Familiar dengan Upacara adat Grebeg yang biasa diadakan setahun sampai 3 kali. Upacara Grebeg yang dikenalkan pertama kali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I ini merupakan upacara yang dulunya diadakan bertujuan untuk senantiasa menyebarkan dan melindungi agama Islam. Istilah Grebeg dikenal menurut sejarahnya berawal dari peristiwa keluarnya Sultan dari Istana atau sering disebut dengan Miyos untuk memberikan gunungan kepada rakyatnya. Peristiwa keluarnya Sultan tersebut diibaratkan seperti suara tiupan angin yang keras sehingga menimbulkan bunyi grebeg.

Dalam setahun terdapat 3 kali grebeg yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Maulud, dan Grebeg Besar. Ketiga Grebeg tersebut dilaksanakan pada tanggal-tanggal yang berkaitan dengan hari besar agama Islam.  Grebeg Syawal dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur dari keraton setelah melampaui bulan puasa, dan sekaligus untuk menyambut datangnya bulan Syawal. Grebeg Maulud diadakan untuk merayakan dan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Grebeg Besar, diselenggarakan untuk merayakan Idul Adha yang terjadi dalam bulan Zulhijah, yang dalam kalender Jawa sering disebut sebagai bulan besar.

Upacara Grebeg diawali dengan paradae prajurit Keraton yang keluar lengkap dengan senjata khsus, panji serta alat musik. Pada akhir parade Gunungan yang merupakan tumpukan makanan yang menyerupai Gunung yang selalu menjadi ciri khas dalam upacara Grebeg dibawa keluar. Gubnungan yang biasanya berupa berbagai hasil bumi merupakan simbol kemakmuran Keraton Yogyakarta yang nantinya akan dibagikan kepada rakyatnya. Gunungan akan dibawa menuju Alun-alun utara dana akan di doakan di masjid Gedhe Kauman. Setelah di doakan, Gunungan dapat diperebutkan oleh masyarakat yang menonton acara Grebeg tersebut.

Untuk menonton dan ikut berebut Gunungan, masyarakat tidak dipungut biaya apapun. Namun untuk menuju lokasi tersebut masyarakat harus berjalan kaki sehingga parkir kendaraan harus diletakkan pada lokasi yang telah disediakan. Acara Grebeg ini biasanya selalu ramai didatangi pengunjung dari Yogyakarta maupun luar kota untuk mengharap berkah atau sekedar menikmati suasana budaya yang masih selalu di jaga di Yogyakarta.

Analisis : Upacara gerbeg ini tentunya sangat mengandung unsur religi yang sangat tinggi, mengingat sebagian besar warga jogjakarta adalah umat muslim. Upacara Grebeg ini merupakan wujud rasa syukur dan sebagai perwujudan rasa suka cita menyambut hari besar. Tentunya ini juga dapat sebagai pengingat umat muslim bahwa bagaimanapun keadaan yang terjadi kita harus selalu bersyukur pada tuhan. Dalam upacara tersebut juga ada momen dimana semua warga yang datang akan berebut makanan yang ada di gunungan. Hal seperti ini juga dapat di ambil maknanya yaitu saat kita mengambil gunungan tidak boleh egois. Hal ini tentunya harus disadari oleh warga yang melihat upacara adat ini

Kick Andy eps Negeri (Andai) Tanpa Korupsi

Oktober 11, 2012

Korupsi tentunya bukan hal yang asing lagi bagi kita warga Indonesia yang sering sekali dihadapkan pada kasus-kasus korupsi. Banyaknya wacana sebagai bentuk perang dengan korupsi sepertinya hanya sia-sia saja, karena korupsi tetap saja terjadi di negara ini. Melihat fenomena korupsi yang terjadi saat ini membuat Basuki Sugita, seorang Kepala Sekolah SMP Kanisius Kudus, Jawa Tengah, menjadi miris dengan keadaan ini dan tertantang untuk bagaimana agar korupsi ini dapat dihentikan. Sehingga sejak dideklarasikan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada Desember 2005, pelajar di SMP Kanisius Kudus dididik untuk menjadi lebih menghargai arti nilai kejujuran. Salah satunya dengan adanya Gerakan Anti Mencontek. Tidak hanya itu, untuk menanamkan pendidikan anti korupsi, sekolah ini telah memiliki sebuah warung kejujuran, gerakan memiliki SIM kejujuran dan telepon kejujuran. Para siswa-siswi juga dapat melatih nilai-nilai kejujuran, melalui bermain ular tangga anti korupsi, yang mereka buat sendiri. Slogan mereka adalah “Jujur, Cerdas, dan Anti Korupsi”. Setiap harinya sejak tahun 2007, semua guru dan siswa wajib mengenakan pin bertuliskan “SMP Kanisius Anti Korupsi”. SMP ini juga kerap mendapatkan kunjungan KPK untuk sekedar berdiskusi dan berbagi ide-ide baru. Hasilnya, KPK juga akhirnya memiliki warung kejujuran seperti yang diterapkan di SMP ini.

Tidak hanya Bapak Basuki yang mungkin tergerak hatinya untuk memerangi korupsi, Fahma Waluya Rosmansyah, seorang siswa kelas 3 SMP yang membuat sebuah game bernama‘Raid The Rats’ yang sempat menjadi perbincangan hangat karena pada saat game tersebut dibuat saat ia masih berumur 13 tahun. Remaja yang memang menggemari animasi dan sudah menekuninya sejak kelas 5 SD ini juga sudah mempresentasikan hasil karyanya tersebut kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad. Bahkan ia telah menjadi langganan dalam festival teknologi dan informasi tertinggi di Indonesia yaitu INAICTA tahun 2012. Tentunya ini menjadi sentilan bagi pelaku-pelaku korupsi bila melihat seorang remaja bisa melawan korupsi bahkan membuat prestasi yang begitu membanggakan. Hal ini juga merupakan contoh yang baik untuk remaja-remaja saat ini untuk terus berprestasi dan selalu mengutamakan kejujuran. Bila hal ini dapat di laksanakan, tentunya kedepan nagara ini bisa dapat terhindar dari korupsi.

Kemudian ada film pendek berjudul  “Kita Versus Korupsi” yaitu film pendek yang mengkisahkan arti penting sebuah kejujuran dan perlawanan terhadap korupsi dimana menceritakan tentang orang-orang biasa saat berhadapan pada pilihan antara melakukan perbuatan korupsi atau menolaknya. Film yang dirilis secara non komersial dan diproduksi bersama antara Transparency International Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Management Systems International (MSI), USAID, dan Cangkir Kopi ini berfungsi sebagai media kampanye pemberantasan korupsi dan sebagai pembelajaran bagi kita semua untuk bersikap apabila dihadapkan dalam suatu masalah seperti itu. Film ini bermaksud untuk menginspirasi nilai-nilai yang kita pegang sekarang. Harapan dengan dibuatnya film ini adalah sebagai refleksi bagi siapa saja yang menonton.

Sekiranya kita dapat mengetahui bahwa korupsi memang telah membuat semua kalangan dan usia merasa “gerah” mungkin dengan adanya tayangan Kick Andy ini bisa kita jadikan pelajaran untuk orang-orang terdekat kita apalagi anak-anak agar dapat menumbuhkan sikap kejujuran yang mungkin tidak dimiliki oleh para koruptor.